Strategi
pemasaran (marketing strategy) adalah prinsip yang menyeluruh di mana manajemen
pemasaran mengharapkan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran mengharapkan untuk
mencapai tujuan-tujuan pemasaran dan bisnis dalam pemasaran.
Pada
hakekatnya, strategi tiada lain adalah cara bagaimana menempatkan posisi
koprasi atau organisasi swadaya pada situasi lingkungan persaingan yang
dianggap paling menguntungkan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya,
terutama para anggota (pemilik-pemakai); menentukan waktu yang tepat untuk bertindak
atau menearik diri dan selalu mengkaji batasan-batasan toleransi yang
proposional. Dengan kata lain, strategi dirancang untuk menjamin agar tujuan
atau sasaran prestatif dapat tercapai melalui melalui langkah-langkah yang
tepat. Keahlian berpikir strategik memiliki perbedaan yang sangat jelas
dibanding cara berpikir taktis, demikian pula halnya dengan sistem berpikir
mekanik dan pendekatan intuitif. Secara empirik, ternyata banyak eksekutif
pemasaran masih menggunakan cara berpikir taktif dan intuitif ketimbang
strategik. Cara demikian diidikasikan oleh langkah-langkah yang yang bersifat
jangka pendek, myopic, simptomatik, dan jalan pintas yang kesemuannya ini akan
menuntut terapi yang tiadak ada henti-hentinya untuk menopang survival
perusahaan. Tidak demikian halnya dengan keahlian yang dibutuhkan untuk
berpikir strategik yang mensyaratkan adanya kualifikasi yang tinggi. Adapun
syaratnya adalah memiliki horizon jangka panjang yang berkisar antara 3 – 5
tahun; dan memiliki variable yang jumlahnya relatif banyak dengan interaksi
yang lebih kompleks. Dengan semakin banyaknya variable lingkungan yang harus
dihadapi para eksekutif pemasaran di era globalisasi, maka memiliki keahlian
berpikir strategik merupakan conditionsine quanon. (Faisal Afiff & Dwi
Kartini, 1997).
Suatu
koperasi/organisasi swadaya dapat diartikan sebagai suatu kesatuan usaha yang
dimiliki dan dikendalikan pemakai, dengan pembagian keuntungan atas dasar
penggunaan (J.Ropke, 1995). Adapun Lloyd L. Byars (1991) menyatakan bahwa
strategi adalah penentuan dan evaluasi terhadap alternatif yang tersedia bagi
suatu organisasi dalam mencapai tujuan dan misinya. Dengan demikian strategi
merupakan setiap kesatuan rencana yang menyeluruh untuk mencapai misi dari
tujuan organisasi.
Wheelen
dan Hunger (2000) mengemukakan bahwa dalam suatuu perusahaan yang mempunyai
multidivisi terhadap tiga tingkatan/jenjang strategi yaitu: strategi tingkat
perusahaan (corpo-rate strategy), strategi tingkat bisnis (business unit
strategy). Strategi pemasaran termasuk tingkatan strategi fungsional dari
setiap unit bisnis selain strategi keuangan, produksi, sumber daya manusia dan
sebagainya. Dalam merumuskan strategi pemasaran dari suatu perusahaan tidak
dapat dilepaskan dari strategi perusahaan atau unit bisnisnya. Sebaliknya harus
terdapat keterpaduan di antara tingkatan strategi tersebut.
Perihal
manajemen pemasaran strategik (strategic marketing management) Kerin &
Peterson (1993) mengemukakan sebagai suatu proses yang mencakup enam tahapan
proses analitik yang saling terkait, yakni sebagai berikut.
- Penetapan sifat-sifat bisnis dari suatu organisasi.
- Pengkhususan tujuan dari organisasi.
- Identifikasi peluang-peluang organisasi.
- Perumusan strategi pasar-produk.
- Pengaggaran keuangan, produksi, dan sumber daya manusia.
- Pengembangan strategi-strategi reformulasi dan recovery.
Dari
kompleksitas proses tersebut jelas bahwa proses pemasaran strategik erat
kaitannya dengan proses manajemen strategik yang tercermin melalui keterpaduan dan keterkaitan antar tingkatan strategi
(perusahan, unit bisnis, dan fungsional pemasaran).
Karena
pemasaran strategik merupakan keterpaduan di antara tiga tingkatan strategi,
maka pemasaran strategik merupakan keterpaduan antara strategi pemasaran dengan
strategi unit bisnis dan strategi perusahaan (perusahan, unit bisnis, dan
fungsional pemasaran).
Karena
pemasaran strategik merupakan keterpaduan di antara tiga tingkatan strategi,
maka pemasaran strategik merupakan keterpaduan antara strategi pemasaran, dengan
strategi unit bisnis dan strategi perusahaan (strategi di tingkat pengurus
koprasi). Dengan demikian dalam merancang strategi pemasaran, suatu koprasi
yang hanya menawarkan satu linik produk, strategi manajemen pengurus koperasi identik
dengan strategi unit bisnis, dan langsung diturunkan ke strategi fungsional yang
dikelola oleh manajer, dan harus ada keterpaduan antara manajer, dan harus ada
keterpaduan antara manajer. Pengurus dan pengawas. Sedangkan yang menghasilkan
berbagai lini produk (multidivisi), tidak hanya melakukan melalui proses
fungsional akan tetapi harus terdapat keterkaitan dengan strategi unit bisnis
yang dikelola oleh beberapa manajer, juga adanya keterpaduan dengan pengurus
dan pengawas.

0 Response to "STRATEGI-STRATEGI PEMASARAN DAN STRATEGI DI BERBAGAI TINGKATAN"
Post a Comment